Cara Menambahkan Subdomain di Netlify dan Mengaktifkan SSL/TLS Gratis

Cara Menambahkan Subdomain di Netlify dan Mengaktifkan SSL/TLS Gratis

Pelajari cara menambahkan subdomain di Netlify menggunakan DNS Manager, mulai dari membuat record CNAME, verifikasi domain, hingga mengaktifkan SSL/TLS agar website bisa diakses melalui HTTPS.

Netlify merupakan salah satu platform hosting yang banyak digunakan untuk menerbitkan website statis maupun aplikasi web modern. Selain menyediakan alamat bawaan dengan akhiran .netlify.app, Netlify juga memungkinkan kita menghubungkan website dengan domain sendiri, termasuk menggunakan subdomain.

Misalnya, kamu sudah memiliki domain domainkamu.com dan ingin membuat website baru di blog.domainkamu.com, app.domainkamu.com, atau tools.domainkamu.com. Kamu bisa menghubungkan subdomain tersebut ke project Netlify tanpa harus membeli domain baru.

Pada tutorial ini, saya akan membahas cara menambahkan subdomain di Netlify dengan menggunakan DNS Manager dari penyedia domain. Sebagai contoh, pengaturan DNS dilakukan melalui tempat kita membeli domain, misalnya Rumahweb (RW), sedangkan website yang akan dihubungkan sudah tersedia di Netlify.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Sebelum mengikuti langkah-langkahnya, pastikan kamu sudah memiliki beberapa hal berikut.

  1. Domain aktif, misalnya domainkamu.com.

  2. Akses ke DNS Manager, yaitu tempat kamu mengatur record DNS domain.

  3. Project Netlify yang sudah dibuat dan dapat diakses melalui alamat bawaan Netlify.

  4. Nama subdomain yang ingin digunakan, misalnya blog.domainkamu.com.

Jika semua sudah siap, kita bisa mulai melakukan konfigurasi.

1. Membuat Subdomain melalui DNS Manager

Membuat Subdomain melalui DNS Manager

Langkah pertama adalah menambahkan record DNS untuk mengarahkan subdomain ke project Netlify.

DNS atau Domain Name System berfungsi menghubungkan nama domain dengan layanan yang dituju. Dengan konfigurasi yang tepat, pengunjung bisa mengakses website Netlify menggunakan subdomain milik kita sendiri.

Masuk ke DNS Manager

Login ke akun penyedia domain tempat kamu membeli domain. Jika menggunakan Rumahweb, buka dashboard Rumahweb dan cari menu pengelolaan domain atau DNS Management.

Nama menu mungkin berbeda, tergantung penyedia domain yang digunakan.

Pilih domain yang ingin kamu gunakan, kemudian buka pengaturan DNS untuk menambahkan record baru.

Tambahkan record CNAME

Buat record DNS baru dengan tipe CNAME. Record ini digunakan untuk mengarahkan sebuah nama host ke nama domain lain, dalam hal ini alamat project Netlify.

Sebagai contoh, kamu ingin membuat subdomain blog.domainkamu.com yang mengarah ke contoh.netlify.app.

Isi konfigurasi record seperti berikut:

KolomNilai contoh
Tipe recordCNAME
Domain / Nama / Hostblog
Hostname / Target / Valuecontoh.netlify.app

Catatan: Nama kolom pada setiap DNS Manager bisa berbeda. Kolom target harus diisi dengan alamat Netlify milik project kamu sendiri, bukan alamat contoh di atas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Isi kolom host dengan blog jika DNS Manager otomatis menambahkan domain utama.

  • Jika penyedia DNS meminta nama domain lengkap, ikuti format yang ditentukan oleh penyedia tersebut.

  • Masukkan alamat Netlify tanpa https:// dan tanpa garis miring di bagian akhir.

  • Jangan menggunakan nama project Netlify milik orang lain.

Setelah seluruh kolom terisi, klik Tambahkan Record, Save, atau tombol penyimpanan yang tersedia.

Sampai tahap ini, kamu sudah membuat record DNS untuk subdomain. Namun, subdomain belum tentu langsung bisa digunakan karena domain tersebut masih perlu ditambahkan ke project Netlify.

2. Menambahkan Subdomain di Netlify

Setelah membuat record CNAME, langkah berikutnya adalah menghubungkan subdomain tersebut dengan project Netlify yang benar.

Buka dashboard Netlify

Akses dashboard Netlify melalui tautan berikut:

https://app.netlify.com/projects

Login menggunakan akun yang menyimpan project website kamu.

Pilih project yang ingin dihubungkan dengan subdomain. Pastikan kamu memilih project yang benar karena satu akun Netlify dapat memiliki beberapa website atau aplikasi.

Buka Domain Management

Membuat Subdomain melalui DNS Manager


Setelah masuk ke halaman project, cari menu Domain management.

Pada beberapa tampilan dashboard, kamu mungkin perlu membuka halaman overview project terlebih dahulu.

Selanjutnya, lakukan langkah berikut:

  1. Klik Add a domain.

  2. Pilih Add a domain you already own.

  3. Masukkan subdomain yang sebelumnya kamu buat di DNS Manager, misalnya blog.domainkamu.com.

  4. Klik Verify.

  5. Ikuti instruksi yang muncul di dashboard Netlify.

Perlu diperhatikan bahwa tampilan dan urutan konfirmasi dapat berubah mengikuti pembaruan antarmuka Netlify.

Jika Netlify menampilkan informasi verifikasi DNS atau meminta record tambahan, jangan langsung menutup halaman tersebut. Perhatikan jenis record, nama host, dan value yang diberikan.

Tambahkan record verifikasi jika diminta

Membuat Subdomain melalui DNS Manager

Dalam proses tertentu, Netlify dapat meminta verifikasi tambahan menggunakan record TXT.

Record TXT berfungsi menyimpan teks yang digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk verifikasi kepemilikan domain.

Jika Netlify menampilkan instruksi penambahan TXT, kembali ke DNS Manager domain kamu dan buat record baru berdasarkan nilai yang ditampilkan.

Sebagai panduan umum:

KolomIsi
Tipe recordTXT
Domain / Nama / HostNama host sesuai instruksi Netlify
Value / ContentNilai verifikasi yang diberikan Netlify

Penting: Jangan menggunakan nilai TXT dari tutorial ini atau dari project lain. Setiap instruksi verifikasi harus mengikuti nilai yang ditampilkan pada dashboard Netlify milikmu.

Setelah record TXT disimpan, kembali ke dashboard Netlify dan jalankan proses verifikasi sesuai petunjuknya.

Tidak semua konfigurasi subdomain membutuhkan record TXT tambahan. Jika Netlify tidak meminta record tersebut, kamu tidak perlu membuatnya secara manual.

Langkah 4: Selesaikan penambahan domain

Jika proses verifikasi dan konfigurasi sudah sesuai, lanjutkan dengan tombol konfirmasi yang tersedia, misalnya Add domain atau Add subdomain, sesuai tampilan dashboard.

Pastikan subdomain yang ditambahkan tercantum di bagian domain project tersebut.

Untuk konfigurasi DNS eksternal seperti Rumahweb, panduan resmi Netlify menjelaskan bahwa subdomain umumnya menggunakan record CNAME yang diarahkan ke alamat project Netlify. Ikuti instruksi khusus yang ditampilkan di menu Domain Management jika nilainya berbeda.

Dokumentasi resmi: https://docs.netlify.com/manage/domains/configure-domains/configure-external-dns/

3. Mengaktifkan SSL/TLS Certificate di Netlify

Mengaktifkan SSLTLS Certificate di Netlify

Setelah subdomain berhasil ditambahkan, langkah berikutnya adalah memastikan website dapat diakses menggunakan HTTPS.

SSL/TLS merupakan teknologi yang mengamankan komunikasi antara browser pengunjung dan server. Website dengan HTTPS membantu melindungi data yang dikirimkan dan menghindari peringatan koneksi tidak aman pada browser.

Kabar baiknya, Netlify menyediakan sertifikat HTTPS yang dikelola secara otomatis untuk domain yang memenuhi persyaratan konfigurasi.

Langkah 1: Buka pengaturan HTTPS

Masuk kembali ke dashboard project Netlify.

Buka menu Domain management, kemudian cari bagian HTTPS atau pengaturan sertifikat keamanan.

Jika domain sudah terhubung tetapi sertifikat belum aktif, Netlify mungkin menampilkan status verifikasi DNS atau petunjuk untuk melanjutkan proses penerbitan sertifikat.

Langkah 2: Verifikasi konfigurasi DNS

Apabila muncul tombol Verify DNS configuration, klik tombol tersebut untuk memeriksa apakah DNS sudah diarahkan dengan benar.

Jika konfigurasi berhasil, kamu akan melihat pesan seperti:

DNS verification was successful.

Pesan ini menunjukkan bahwa pemeriksaan DNS berhasil. Namun, pastikan juga status sertifikat HTTPS sudah aktif sebelum menganggap proses pengamanan website selesai.

Jika Netlify masih memproses sertifikat, tunggu hingga penerbitan selesai. Kamu tidak perlu membeli sertifikat SSL terpisah apabila sertifikat Netlify sudah berhasil diterbitkan dan memenuhi kebutuhan website.

Langkah 3: Periksa website menggunakan HTTPS

Setelah sertifikat aktif, buka alamat subdomain melalui browser.

Contohnya:

https://blog.domainkamu.com

Pastikan website dapat dibuka tanpa peringatan keamanan pada browser.

Jika website masih bisa dibuka menggunakan HTTP, periksa pengaturan HTTPS di Netlify dan pastikan opsi pengalihan ke HTTPS, jika tersedia, sudah dikonfigurasi sesuai kebutuhan.

Netlify mengelola penerbitan dan pembaruan sertifikatnya secara otomatis untuk domain yang memenuhi persyaratan.

Dokumentasi resmi: https://docs.netlify.com/manage/domains/secure-domains-with-https/https-ssl/

4. Berapa Lama Subdomain Bisa Diakses?

Setelah record DNS disimpan, perubahan tidak selalu langsung terlihat dari semua jaringan internet.

Proses ini disebut propagasi DNS. Waktunya bergantung pada penyedia DNS, nilai TTL, cache DNS, dan konfigurasi yang digunakan.

Dalam banyak kasus, perubahan mulai terlihat dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Namun, propagasi secara global dapat membutuhkan waktu 24–48 jam atau lebih pada kondisi tertentu.

Jika subdomain belum dapat diakses, jangan terburu-buru menghapus dan membuat ulang seluruh record. Periksa terlebih dahulu apakah konfigurasi DNS sudah benar.

Kamu dapat menggunakan layanan pemeriksaan DNS seperti:

Masukkan nama subdomain lengkap, lalu periksa apakah record CNAME mengarah ke alamat project Netlify yang benar.

5. Mengatasi Subdomain Netlify yang Tidak Bisa Dibuka

Ada beberapa masalah yang cukup umum terjadi ketika menghubungkan subdomain dengan Netlify.

CNAME mengarah ke alamat yang salah

Pastikan target CNAME sesuai dengan alamat bawaan project Netlify, misalnya contoh.netlify.app.

Jangan menambahkan https:// pada kolom target CNAME. Periksa juga apakah ada kesalahan penulisan nama project.

Subdomain belum ditambahkan ke Netlify

Membuat record DNS saja tidak selalu cukup. Subdomain juga perlu ditambahkan ke project Netlify yang menjadi tujuan hosting website.

Periksa bagian Domain management dan pastikan nama subdomain sudah tercantum pada project yang benar.

Verifikasi DNS gagal

Jika Netlify meminta verifikasi tetapi prosesnya gagal, periksa kembali instruksi yang ditampilkan. Pastikan record TXT atau record DNS lain yang diminta sudah dibuat dengan nama host dan value yang tepat.

Jika baru saja melakukan perubahan DNS, tunggu propagasi sebelum mencoba verifikasi kembali.

Sertifikat HTTPS belum aktif

Penerbitan sertifikat dapat tertunda jika DNS belum mengarah dengan benar atau perubahan DNS sebelumnya masih tersimpan dalam cache.

Buka menu HTTPS untuk memeriksa status sertifikat. Pastikan juga tidak ada konfigurasi DNS yang bertentangan atau pengaturan proxy yang menghambat proses validasi.

Jika sertifikat belum terbit setelah lebih dari 24 jam, periksa konfigurasi DNS dan pesan kesalahan yang ditampilkan Netlify. Jika masih bermasalah, ikuti panduan troubleshooting resmi:

https://docs.netlify.com/manage/domains/troubleshooting-tips/

Kesimpulan

Menambahkan subdomain di Netlify sebenarnya cukup mudah jika kamu memahami dua bagian utama, yaitu konfigurasi DNS dan pengaturan domain di Netlify.

Secara singkat, langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Membuat record CNAME di DNS Manager penyedia domain.

  2. Menambahkan subdomain melalui menu Domain management di Netlify.

  3. Menambahkan record TXT jika memang diminta untuk verifikasi.

  4. Memeriksa konfigurasi DNS dan menyelesaikan proses verifikasi.

  5. Memastikan sertifikat SSL/TLS aktif agar website bisa diakses menggunakan HTTPS.

Setelah seluruh proses selesai, subdomain milikmu bisa digunakan untuk mengakses website yang di-hosting di Netlify tanpa harus menggunakan alamat bawaan .netlify.app.

Semoga panduan ini membantu kamu menghubungkan subdomain dengan Netlify. Jika mengalami kendala, periksa kembali setiap record DNS dan ikuti instruksi yang muncul pada dashboard Netlify karena konfigurasi yang diperlukan dapat berbeda sesuai domain dan jenis layanan yang digunakan.